A. PENGERTIAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap yang artinya keinginan agar sesuatu terjadi. Atau dapat disimpulkan harapan itu menyangkut masa depan sesorang. Setiap manusia pasti mempunya harapan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemapuan masing-masing. Harapan haruse nerdasarkan pada kepercayaan, baik kepercayaan terhadap diri sendiri maupun kerpercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Contohnya : Ahmad dibelikan sepeda oleh ayahnya untuk pergi karena ayahnya hanya mampu membelikan sepeda harapan budi adalah ayahnya membelikan sepeda motor.
B. CONTOH HARAPAN
1. Seorang siswa SMA yang mengikuti ujian nasional dan berharap mendapat nilai ujian yang baik agar masuk perguruan tinggi negri
2. Seorang mahasiswa yang berharap akan mendapatkan IPK yang tinggi
3. Seorang ibu yang berharap kelak anaknnya jika sudah besar akan berhasil dalam segala hal apapun.
4. Seorang pedagang yang berharap dagangannya laris manis dan cepat habis
C. PERSAMAAN HARAPAN DAN CITA-CITA
Cita-cita merupakan impian yang disertai dengan tindakan dan juga diberikan batas waku. Dan harus disertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa diberikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal yang kita inginkan tersebut terealisasikan atau tercapai atau terwujud.
Cita cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pemgertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-ciita pada umumnya terlalu tinggi seperti bintang. terdapat kesamaan antara harapan dan cita-cita yaitu, keduanya mengandung masa depan dan hal kearah yang lebih positive dan lebih menginginkan hal yang lebih baik dan menigkat.
kesimpulan dari saya adalah setiap orang pasti mempunyai harapan dan cita-cita untuk masa depannya dan pasti harapan dan cita-citanya itu pasti kearah yang lebih baik. dan setiap orang memiliki cita-cita dan harapannya masing-masing dan tentunya berbeda-beda.
Sabtu, 17 Desember 2016
Kamis, 08 Desember 2016
PENGERTIAN KEGELISAHAN
PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang artinya perasaan yang mengganjal, dan merasa hati tak tenang/tentram dan kepikiran sesuatu yang penting sekali buat diri kita tidak nyaman dan merasakan kecemasan.
Kegelisahan bisa dilihat dari wajah, sikap gerak-geriknya yang menunjukan ke khawatirannya.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa, yaitu kecemasan obyektif, kecemasan neoritik, kecemasan moril
1. Kecemasan Obyektif(kenyataan)
kecemasan obyektif atau kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin bisa saja sifat pembawaan dalam arti seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau dia berada didekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkungannya.
Contohnya : seorang wanita diperkosa oleh sejumlah laki-laki yang tidak bertanggung jawab, sering takut bila melihat pria ketika ia sedang sendirian, terlebih bila jumlah laki-lakinya sama dengan waktu ia diperkosa.
2. Kecemasan Neoritis(syarat)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya naluriah. Dan menurut Sigmund Freud kecemasn ini dibagi menjadi 3 macam yalni:
(1) Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan itu timbul karena melihat bayangan sendiri.
(2) Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional atau phobia. contohnya seperti phobia dengan tissue basah,setelah di analisi bahwa ia dulu melihat temannya sedang memainkan tissue basah dan menjejali ke org tersebut sampai merasa takut kalau dia melihat tissue basah.
(3) Rasa takut atau gugup. Reaksi ini muncu secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. kecemasan ini adalah perbuatan bertujuan untuk membebaskan dari kecemasn neoritis.
3. Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Pribadi orang bermacam-macam emosi, antara lain: iri,dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Sifat-sifat ini merupakan sikap yang tidak terpuji. Bahkan membuat seseorang merasa khawatir, takut, cemas,gelisah, putus asa bahkan bisa saja dijauhkan oleh orang-orang sekitar.
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang artinya perasaan yang mengganjal, dan merasa hati tak tenang/tentram dan kepikiran sesuatu yang penting sekali buat diri kita tidak nyaman dan merasakan kecemasan.
Kegelisahan bisa dilihat dari wajah, sikap gerak-geriknya yang menunjukan ke khawatirannya.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa, yaitu kecemasan obyektif, kecemasan neoritik, kecemasan moril
1. Kecemasan Obyektif(kenyataan)
kecemasan obyektif atau kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin bisa saja sifat pembawaan dalam arti seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau dia berada didekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkungannya.
Contohnya : seorang wanita diperkosa oleh sejumlah laki-laki yang tidak bertanggung jawab, sering takut bila melihat pria ketika ia sedang sendirian, terlebih bila jumlah laki-lakinya sama dengan waktu ia diperkosa.
2. Kecemasan Neoritis(syarat)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya naluriah. Dan menurut Sigmund Freud kecemasn ini dibagi menjadi 3 macam yalni:
(1) Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan itu timbul karena melihat bayangan sendiri.
(2) Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional atau phobia. contohnya seperti phobia dengan tissue basah,setelah di analisi bahwa ia dulu melihat temannya sedang memainkan tissue basah dan menjejali ke org tersebut sampai merasa takut kalau dia melihat tissue basah.
(3) Rasa takut atau gugup. Reaksi ini muncu secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. kecemasan ini adalah perbuatan bertujuan untuk membebaskan dari kecemasn neoritis.
3. Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Pribadi orang bermacam-macam emosi, antara lain: iri,dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Sifat-sifat ini merupakan sikap yang tidak terpuji. Bahkan membuat seseorang merasa khawatir, takut, cemas,gelisah, putus asa bahkan bisa saja dijauhkan oleh orang-orang sekitar.
Minggu, 04 Desember 2016
MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Macam-Macam Tanggung Jawab
Tanggumg jawab menurut kamu besar bahasa indonesia adalah keadaan wajib menaggung segala sesuatunya. sehingga bertanggung jawab adalah kewajiban menanggung, memikul, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya.
1. Tangung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Contohnya: Ina merupakan pegawai swasta, tetapi ina malas atau jarang masuk. sehingga setiap ina tidak masuk kerja gajinya dipotong. jadi seharusnya ina bertanggung jawab diri sendiri dan menerima konsekuensinya karena ina malas-malasan bekerja.
2. Tanggung Jawab Sebagai Keluarga
Keluarga merupakan keluarga kecil, yang terdiri dari suami istri, ayah, ibu, dan anak. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya, seperti menyangkut nama baik keluarga dan kehidupan keluarga.
Contoh: seorang keluarga pasti mempunyai kepala keluarga yaitu ayah dan ayah mempunyai kewajiban untuk memenuhi segala sesuatu yg ada di keluarganya agar keluarganya hidup dengan layak.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakikatnya mansia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. sehingga demikian manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lainnya .
Contoh: Tono merupakan seorang yang pemalas, suatu hari dilingkungan rumahnya mengadakan gotong royong, tetapi tono tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. setelah mendapat teguran dari kepala desa akhirnya tono mau ikut bergotong royong , karena gotong royong merupakan bentuk tanggung jawab tehadap masyarakat.
4. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab terhadap tuhan. sehingga manusia tidak lepas dari hukuman tuhan, sebaiknya kita jangan meninggalkan tanggung jawab yang sehausnya dilakukan terhadap tuhan sebagai pencitanya.
Contoh: Setiap manusia wajib melaksanakan kewaibannya sesuai agama yg di dipercaya. karena itu merupakan tanggung jawab dirinya terhadap tuhan.
5. Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negri
Setiap manusia adalah warga negara dari suatu negara. Dalam berpikir , berbuat, bertindak dan bertingkah laku, setiap manusia berindak terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh negara. sebagai warga negara kita tidak bisa berbuat semaunya sendiri.
Contoh: Seorang aparatur negara rela mengorbankan seluruh hidupnya untuk negara karena merupakan tanggung jawab terhadap bangsanya.
Tanggumg jawab menurut kamu besar bahasa indonesia adalah keadaan wajib menaggung segala sesuatunya. sehingga bertanggung jawab adalah kewajiban menanggung, memikul, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya.
1. Tangung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Contohnya: Ina merupakan pegawai swasta, tetapi ina malas atau jarang masuk. sehingga setiap ina tidak masuk kerja gajinya dipotong. jadi seharusnya ina bertanggung jawab diri sendiri dan menerima konsekuensinya karena ina malas-malasan bekerja.
2. Tanggung Jawab Sebagai Keluarga
Keluarga merupakan keluarga kecil, yang terdiri dari suami istri, ayah, ibu, dan anak. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya, seperti menyangkut nama baik keluarga dan kehidupan keluarga.
Contoh: seorang keluarga pasti mempunyai kepala keluarga yaitu ayah dan ayah mempunyai kewajiban untuk memenuhi segala sesuatu yg ada di keluarganya agar keluarganya hidup dengan layak.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakikatnya mansia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. sehingga demikian manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lainnya .
Contoh: Tono merupakan seorang yang pemalas, suatu hari dilingkungan rumahnya mengadakan gotong royong, tetapi tono tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. setelah mendapat teguran dari kepala desa akhirnya tono mau ikut bergotong royong , karena gotong royong merupakan bentuk tanggung jawab tehadap masyarakat.
4. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab terhadap tuhan. sehingga manusia tidak lepas dari hukuman tuhan, sebaiknya kita jangan meninggalkan tanggung jawab yang sehausnya dilakukan terhadap tuhan sebagai pencitanya.
Contoh: Setiap manusia wajib melaksanakan kewaibannya sesuai agama yg di dipercaya. karena itu merupakan tanggung jawab dirinya terhadap tuhan.
5. Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negri
Setiap manusia adalah warga negara dari suatu negara. Dalam berpikir , berbuat, bertindak dan bertingkah laku, setiap manusia berindak terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh negara. sebagai warga negara kita tidak bisa berbuat semaunya sendiri.
Contoh: Seorang aparatur negara rela mengorbankan seluruh hidupnya untuk negara karena merupakan tanggung jawab terhadap bangsanya.
Langganan:
Komentar (Atom)